INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

Sumber: http://kamu-klik.blogspot.com/2011/11/script-agar-setiap-link-di-blog-kita-di.html#ixzz1kKOSPdG6

Recent Posts

Image and video hosting by TinyPic

Thursday, March 22, 2012

STAI Al-Ihya Kuningan Tanam 4.000 Pohon Mangga

Sakolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ihya Kuningan laksanakan program penghijauan, dengan menanam sekitar 4.000 bibit pohon mangga,, Rabu (07/3) lalu. Pohon-pohon mangga tersebut akan di tanam di halaman- halaman masjid yang ada di KabupatenKuningan.

Menurut keterangan Ketua STAI Al-Ihya H. A. Nana Rusyana, di Kabupaten Kuningan saat ini banyak masjid yang memiliki halaman cukup luas. Tapi lahan tersebut umumnya belum dimanfaatkan untuk ditanami tanaman produktif. Melalui kegiatan penanaman ini diharapkan ke depan halaman-halaman masjid menj a dirindang dan produktif.

Untuk hal itu STAI Al-Ihya Kuningan terdorong untuk melakukan penanaman pohon produktif di halaman-halaman masjid, sekaligus dalam rangka mendukung Kuningan sebagai Kabupatenkonservasi.

Dikatakan Nana, bahwa untuk tahap awal, STAI Al-Ihya melakukan kerjasama dengan PT Telkom. Kedepan pihaknya juga akan menggandeng perusahaan lain yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda menyambut baik atas peran STAI Al-Ihya dan PT Telkom yang peduli terhadap sekitar lingkungan masjid yang ada di Kabupaten Kuningan. Diharapkan kerjasama seperti ini terus berke1 anjutan. (mckuningan/dink sa)

Tumamen Bola Volly “R C A CUP”

Dalam rangka mengembangkan potensi Generasi Muda dibidang olah raga khususnya bola volly, bertempat di alun-alun Desa Ciwam Kecamatan Ciwaru,baru-baru ini selesai dilaksanakanTumamen Bola Volly “R C A CUP” yang diikuti 8 Team yaituKompak (Cirahayu) Cipondok (Kadugede) Amper (Kuningan) Cipedes,STKIP Muhamadiyah(Kuningan) DISHUB (Kuningan)Pluto(Luragung Tonggoh) dan Ciwam.

Menurat keterangan Ketua Panitia Yayan Suhyana,S.Pd,Kegiatan berlangsung selama 5 hari dan hadiahyang disediakan sbb: Juara I Piala Tetap + uang pembinaan Rp.2.000.000,- Juara 2 Piala Tetap + uang pembinaan Rp. 1.500.000,- Juara 3 Piala Tetap + uang pembinaan Rp. 1.000.000,- dan Juara 4 Piala Tetap + uang pembinaan Rp.500.000,-

Hadir pada acara tersebut Ketua PBVSI Kabupaten Kuningan Dr.H.M Afif Kosasih M.Kes,Camat Ciwaru,Para Tokoh olah raga serta para undangan lainya. (mckuningan/ucupsupratman)

Metode Belajar Jari Aljabar Disosialisasikan Di Kuningan

Guna merubah paradigma mata pelajaran matematika dari sulit menjadi pelajaran yang mudah , cepat, cerdas dan menyenangkan, tidak kurang dari 100 guru MI yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kelompok Madrasah Ibtidaiyah (MK2MI) mengikuti sosialisasi metode Belajar Jari Aljabar. Kegiatan pelatihan ini dipusatkan di Restoran Lembah Ciremai, Rabu (22/02/12), dengan menghadirkan narasumber Bachrudin MD.

Diselenggarakannya sosialisasi metode Belajar Jari Aljabar ini, menurut Ketua MK2MI, Mulyono, S.Ag, sehubungan dalam waktu dekat, sekitar bulan Juli mendatang seluruh siswa MI akan mnghadapi olimpiade MIPAK tingkat Jawa Barat. Oleh karena itu perlu persiapan dini, karena dalam olimpiade MIPAK salah satu mata pelajaran yang dilombakan adalah matematika. Sementara metode Belajar Jari Aljabar itu sendiri adalah suatu metode berhitung matematika yang cepat dan mudah, hanya dengan mengaplikasikan jari tangan. Sehingga menjadikannya mudah dipelaj ari oleh anak-anak MI dan sederajat.

Metode Belajar Jari Aljabar ditemukan oleh Bachrudin MD. Menurut Bachrudin, metode ini memiliki konsep lebih mudah, cerdas dan menyenangkan untuk dipraktekan. Tanpa menjiplak dan meniru pelajaran yang sudah ada, dengan pelajaran dasar sama seperti pelajaran matematika biasa, yakni bilangan berbasis 10. Cara berhitungnya pun hanya menggunakan jari tangan dan logika, tanpa alat bantu sama sekali. Dengan metode ini otak kanan dan kiri para siswa dilatih untuk optimal dan seimbang.

Dikatakan Bachrudin MD, Metode Belajar Jari Aljabar sempat meraih penghargaan MURI kategori penemuan baru. Hal itu telah dibuktikan dalam lomba matematika yang diikuti para siswa, dimana 25 soal dapat diselesaikan hanya dalam waktu 3 menit. Saai ini metode penemuannya sudah beredar di 5 kota besar di Indonesia, (mckuningan/dink sa)

Kesebelasan Polres menang Telak 5-1 Atas Kesebelasan Setada Kabupaten kuningan

Pertandingan sepak bola tidak selamanya dihelat dalam sebuah kompetisi, namun sering pula digelar sebagai ajang menjalin silaturahmi melalui pertandingan persahabatan. Seperti yang dilakukan Polres dan Setda Kabupaten Kuningan, Rabu (29/02/12), mengadakan pertandingan persahabatan. Sekalipun pertandingan persahabatan, namun permainan kedua kesebelasan berjalan seru, masing-masing berusaha memperlihatkan kebolehannya. Dari hasil pertandingan tersebut, kesebelasan Polres rnenang telak dengen skor5-l.

Sebenarnya kedua kesebelasan sama-sama memiliki tehnik permainan yang bagus, hanya dari segi stamina, para pernain PolresKuningan lebih kuat. Sehingga gempuran tim kesebelasan Polres sulit dibendung, sehingga pada babak pertama pun tim Setda harus mengakui keunggulan Polres4-l.

Disusul pada babak ke dua, tim Polres menambah angka kemenangan menjadi 5-1. Kedudukan tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan, pertanda pertandingan berakhir.  

Menuurut Kapolres Kuningan, AKBP Wahyu Bintono HB, SIK, MH, pertandingan sepak bola ini merupakan kegiatan Polres dalam rangka silaturahmi antar instansi di Kabupaten Kuningan. Dengan adanya kegiatan ini, Kapolres berharap dapat meningkatkan jalinan hubungan yang lebih baik. (mckuningan/dink sa)

Olah Raga Biliar Kini Banyak Diminati

Kesan yang melekat di masyarakat tentang Biliar adalah olah raganya kaum lelaki iseng. Rumah Biliar seakan menjadi tempat hiburan para lelaki semata. Apalagi kehadiran para score girl yang berparas cantik dan bisa dijadikan penghibur para pe-Biliar, lebih mempertegas kesan, bahwa Biliar cenderung berbau mesum. Fenomena ini terjadi beberapa tahun ke belakang, sehingga Biliar kebanyakan hanya diminati kalangan lelaki berduit dengan motivasi hiburan semata.

Namun kini fenomena itu berubah, Biliar tidak hanya diminati kaum pria, tapi wanitapun mulai tertarik. Sehingga suasana Rumah Biliar saat ini mempunyai warna tersendiri dan kesan negative pun telah pupus.

Seperi dikatakan ketua POBSI Kabupaten kuningan H. Wawan Hermawan JR,  saat diwawancarai, Kamis (08/3), bahwa Biliar sudah merupakan perpaduan olah raga, hiburan dan gaya hidup. Sekaligus sebuah kegemaran dan keasyikan tersendiri bagi kalangan muda mudi bahkan para professional muda.

“Di era sekarang ini, orang tak sekedar nongkrong menyodok bola, tapi juga diarahkan untuk memenangkan kompetisi yang diselenggarakan secara reguler di semua tingkatan,” terangnya.

Dituturkan Wawan, bahwa Biliar adalah sebuah cabang olah raga yang masuk dalam kategori olah raga konsentrasi. Sehingga sangat dibutuhkan ketahanan dan pemahaman mental yang benar. Selain itu harus ditunjang pula oleh kemampuan fisik yang prima, agar dapat berprestasi lebih tinggi dan stabil.

 “Cabang olah raga Biliar dimainkan di atas meja dengan peralatan bantu khusus serta peraturan tersendiri. Permainan ini terbagi atas beberapa jenis, antara lain, jenis Carom, English Biliar dan Pool. Biliar juga dapat dimainkan secara perorangan maupun tim,” jelasnya
Sebagai contoh, lanjut Wawan mengatakan, jenis Carom dimainkan di meja yang tidak memiliki lubang. Berbeda dengan English Biliar dan Pool yang dimainkan di meja yang memiliki 6 lubang. Sementara untuk jenis English Biliar dan Pool, meskipun sama-sama memiliki 6 lubang, namun ukuran luas mejanya berbeda. Sampai saat ini yang sangat berkembang di Indonesia adalah jenis Pool yang terbagi dalam nomor bola 15, 8, 9 dan 10. (mckuningan/dink sa)

BNN Kabupaten Kuningan Tempati Gedung Bam

Megahnya gedung Badan Narkotika Nasional (BNN) yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia, merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memerangi narkoba. Tak terkecuali BNN Kabupaten Kuningan yang saat ini telah menempati gedung baru, di Jalan Aruji Kartawunata yang didirikan di atas tanah seluas 900 meter persegi.

Kepala BNN Kabupaten Kuningan Guruh Irawan Zulkarnaen, SSTP, MSi mengatakan, bahwa seluruh gedung BNN Kabupaten di Indonesia dibangun secara seragam. Dari mulai bentuk dan jumlah ruangan serta fasilitas di dalamnya tak ada yang beda. Tak hanya itu, kendaraan dinaspun diseragamkan.

Diakui Guruh, kemegahan gedung BNN yang baru, tak hanya membuatnya bangga, namun lebih dari itu, dijadikan sebagai motivator kinerja bersama jajarannyan.

Menurut Guruh, gedung BNN menupakan fasilitas sipil, siapapun boleh berkunjung untuk silaturahmi, konsultasi atau berdiskusi seputar narkoba. Dengan banyaknya masyarakat yang berkunjung, menjadi salah satu tolok ukur kesuksesan kinerja BNN Kabupaten Kuningan. Untuk itu pihaknya mempersilakan kepada seluruh lapisan masyarakat yang ingin barkunjung ke gedung BNN Kabupaten Kuningan yang berlokasi di Jalan Aruji Kartawinata. Seluruh jajaran BNN Kabupaten Kuningan akan melayani setiap yang datang untuk silaturahmi, konsultasi bahkan berdiskusi. (mckuningan/dink sa)
 

RS Ibu dan Anak Linggajati Siap Beroperasi

Di tahun 2012 ini, Kabupaten Kuningan menambah lagi sebuah rumah sakit milik pemerintah. Sarana pelayanan kesehatan itu bernama Rumah Sakit Ibu dan Anak Linggajati, yang berlokasi di Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus.

Rumah sakit ini berdiri diatas tanah seluas 3,8 hektar , dengan fasilitas ruang unit gawat darurat, pelayanan umum, kamar operasi hingga kamar pasien yang baru tersedia 50 tempat tidur serta fasilitas terapi penyembuhan.

Untuk pelaksanaan operasional rumah sakit baru ini, belum lama ini Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda sudah melantik para pejabat yang akan mengelolannya. Sebagai Kepala ditunjuk dr. H. Asep Hermana, dokter senior yang semula berdinas di Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan.

Bupati Aang mengatakan, RS Ibu dan Anak Linggajati ini diharapkan sudah mulai beroperasi dan menerima pasien. Untuk kesiapan pelayanan maksimall, secara bertahap, pembangunannya akan terus dilakukan dan kedepan apabila sudah lengkap fasilitasnya , RS ini akan menjadi RS Umum yang akan dikelola oleh Badan Layanan Umum Daerah.
Menurut Bupati, Rumah Sakit ini bisa menjadi solusi untuk menekan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Kuningan. Selain itu, RS ini juga menerima semua pasien, apabila tidak tertangani, akan di rujuk ke RSUD 45 Kuningan untuk dilakukan tindakan selanjutnya.

Ditambahkan Bupati, Rumah Sakit ini harus memiliki SDM yang berkualitas dan pengelolaan yang baik, karena dana yang dikucurkan tak sedikit, yakni Rp 23 miliar dari APBN berikut peralatan medisnya. Kemudian untuk menjaga ketertiban, para pedagang akan diberikan tempat agar tidak berjualan didepan RS, karena tidak enak dipandang.

Sementara itu, Dr. H. M. Afif Kosasih, M.Kes dalam keterangannya mengatakan, bahwa untuk sementara ini, RS Ibu dan Anak Linggajati baru menyediakan 50 tempat tidur pasien dari total rencana 300 kamar yang terdiri dari kelas 1,2 dan 3. RS ini, tidak hanya menampung pasien Ibu dan Anak saja, karena telah tersedia pula Ruang Bedah dan Ruang Penyakit Dalam.

Adanya rumah sakit Linggajati ini diharapkan lebih mendekatkan pelayanan bagi masyarakat sekitar khususnya yang berada diwilayah Kuningan utara, seperti masyarakat dari wilayah Kecamatan Pasawahan, Mandirancan, Pancalang, Cilimus, Cigandamekar, Jalaksana, dan Japara. (mckuningan/dink sa)