INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

Sumber: http://kamu-klik.blogspot.com/2011/11/script-agar-setiap-link-di-blog-kita-di.html#ixzz1kKOSPdG6

Recent Posts

Image and video hosting by TinyPic

Showing posts with label POLITIK HUKUM DAN KEAMANAN. Show all posts
Showing posts with label POLITIK HUKUM DAN KEAMANAN. Show all posts

Monday, May 7, 2012

DAMKAR Garda Terdepan Hadapi si Jago Merah

Hampir semua kota di seluruh Indonesia saat ini dipastikan sudah mempunyai “Team Pemadam Kebakaran atau DAMKAR”. Begitu pentingnya  keberadaan DAMKAR memang sudah menjadi kebutuhan yang mendesak bagi sebuah kota, apabila suatu ketika terjadi kebakaran besar. Maka Team DAMKAR-lah yang paling bertanggungjawab mengemban tugas untuk memadamkan amukan si Jago Merah itu..
    
Dengan moto  juang “Pantang Pulang Sebelum Padam”, Team Pemadam Kebakaran atau DAMKAR tampil gagah berani sebagai Garda terdepan hadapi amukan si Jago Merah, walaupun nyawa sekalipun sebagai taruhannya.
    
Khusus untuk di Kabupaten Kuningan keberadaan “Team DAMKAR”, ternyata sudah ada sejak tahun 1984, yaitu di masa Bupati H. Unang Sunardjo, SH. Saat itu keberadaan “Team DAMKAR” kabupaten Kuningan beranggotakan hanya 6 orang dan baru mempunyai satu unit armada DAMKAR, dan masih bergabung menginduk di SatPol PP. Sedangkan pucuk pimpinan di “Team DAMKAR” Kuningan saat itu di kepalai oleh M. Kadarisman yang menjabat mulai tahun 1984 hingga tahun 1987.
    
Setelah kepemimpinan M. Kadarisman usai masa baktinya, kemudian pergantian pucuk pimpinan di “Team DAMKAR” kabupaten Kuningan berturut - turut sebagai berikut ; Masa kepemimpinan Muchtar yang menjabat tahun 1987-1992, dengan beranggotakan 6 orang dilengkapi dengan 2 Unit mobil DAMKAR. Pada saat kepemimpinan Muchtar, DAMKAR sudah mulai lepas dari SatPol PP, dan berubah menjadi  UPTD  DAMKAR.
    
Pada tahun 1992-1999 pucuk pimpinan DAMKAR Kuningan di jabat oleh Odim Hadi Utama dengan beranggotakan 34 orang dan masih dilengkapi 2 Unit mobil DAMKAR. Berikutnya di masa kepemimpinan Udin Sahudin tahun 1999-2003 masih tetap beranggotakan 34 orang dan masih mempunyai 2 Unit mobil DAMKAR.
   
Dikarenakan keberadaan “Team DAMKAR” di kabupaten Kuningan sangat dibutuhkan, maka ketika di masa kepemimpinan Edi Usmadi yang menjabat sebagai Kepala DAMKAR Kuningan dari tahun 2003-2009, mobil DAMKAR bertambah jadi 4 Unit. Sedangkan para personil Team DAMKAR-nya masih tetap berjumlah 34 orang hingga kini di masa kepemimpinan Bambang Hernaedi, SE yang menjabat sebagai Kepala DAMKAR kabupaten Kuningan periode 2009-2012.
   
Menurut Bambang Hernaedi SE, kebakaran yang terjadi di perumahan warga biasanya dikarenakan masih banyaknya warga masyarakat yang menggunakan kabel listrik yang tidak Standar PLN.
  
 “Biasanya pemicu awal terjadi kebakaran rumah warga, kebanyakan berawal dari pemakaian kabel listrik di rumah yang tidak Standar PLN. Contohnya penggunaan kabel rambut. Hal itulah yang menyebabkan Konsleting Listrik. Seperti yang terjadi di tahun 2011 (Januari – Desember) sebanyak 40 kejadian kebakaran dan di tahun 2012 (Januari – maret) terjadi 7 kebakaran penyebabnya arus pendek atau konsleting Listrik. Jadi seandainya masih ada warga yang di rumahnya masih menggunakan kabel rambut, harus segera diganti dengan kabel standar PLN. Sedangkan kejadian kebakaran yang di anggap paling spektakuler alias kejadian kebakaran yang di anggap hebat, yaitu sewaktu terjadi kebakaran di komplek Pertokoan Siliwangi pada tahun 1985/1986 dan di komplek Pasar Baru tahun 2004/2005, serta yang terjadi di komplek Gardu Induk (GI) PLN Pancalang. Beberapa diantara personil DAMKAR saat itu ada yang luka bakar. Namun Kami tetap melaksanakan tugas”, jelas Bambang yang di dampingi Entus Kusma salah satu personil senior DAMKAR Kuningan.
   
Masih menurut Bambang, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin agar tidak terjadi kebakaran, yaitu dengan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat berupa simulasi penanggulangan kebakaran.
   
Sosialisasi dan simulasi penanggulangan kebakaran yang dilaksanakan setiap waktu, antara lain di beberapa Sekolah, Desa/Kelurahan, Kecamatan, dan Rumah Sakit serta di SPBE. Khusus untuk di Rumah Sakit yang rutin setiap tahun diadakan sosialisasi dan simulasi penanggulangan kebakaran adalah di Rumah Sakit Umum 45 dan Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur. Sedangkan untuk di SPBE (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Emisi Gas) baru di SPBE Oleced.
   
Armada mobil DAMKAR yang dipunyai oleh kabupaten Kuningan pada saat ini berjumlah 4 buah unit, dengan rincian 3 unit DAMKAR berkapasitas 4000 liter air disetiap tangkinya. Dan 1 unit mobil DAMKAR yang berkapsitas 5000 liter air.  Namun dari ke 4 Unit mobil DAMKAR tersebut hanya 3 yang siap di operasikan, karena yang satunya mengalami kerusakan, yaitu yang berkapasitas 4000 liter.
   
“Kita sih pengennya ada tambahan armada mobil DAMKAR yang menggunakan tehnologi tinggi Power Take Of , perlengkapan dan peralatan yang lebih modern serta peningkatan kesejahteraan personil DAMKAR ”, kata Bambang penuh harap.
    
Dalam waktu dekat menurut penjelasan Bambang, bahwa markas DAMKAR Kuningan akan di bangun penambahan lokal  MES  untuk petugas jaga dibangunan kantor DAMKAR ini. Sementara itu petugas jaga yang standby siaga di DAMKAR setiap harinya berjumlah 12 orang.
   
“Kami seluruh personil DAMKAR Kuningan mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Dinas PU. Cipta Karya Lili Suherli, MSi dan kepada Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, S.Sos karena berkat beliau – beliau nantinya bangunan kantor DAMKAR ini akan lebih baik lagi”, ucap bambang. (arif)

Thursday, March 22, 2012

Soal Tes urin Pejabat, Pemkab kuningan Hormati Keputusan BNN

Pemerintah Kabupaten Kuningan harus melakukan tes urine ulang, Kabupaten Kuningan bulan November 2011 lalu terindikasi narkotika. Hal itu untuk meyakinkan tentang kebenaran terkait adanya indikasi tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan H. Yosep Setiawan, mewakili Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, menyatakan pihaknya baru bisa mengumumkan hasil tes urine ulang beberapa pejabat tersebut. Pasalanya, pihak pemkab sendiri menunggu hasil uji lab dari BadanNarkotikaNasionalBNNRI.

Menurut Yosep, hasil tes yang dilakukan BNN itu sedianya diumumkan bulan Januari, tapi BNN sedang sibuk tes para pilot. Jadi baru sekarang bisa diumumkan. Hasilnya enam orang pejabat negatif dan satu positif mengandung kodein.

“ Memang satu orang positif, tapi pejabat tersebut menggunakan Kodein u untuk pengobatan penyakit yang dideritanya dan dalam pengawasan dokter. Dia adalah pejabat eselon tiga,” kata Yosep,. kepada para Wartawan di Aula Setda Kuningan, belum lama ini.

Menurut Yosep, hasil dari BNN tidak main-main karena berkaitan dengan masalah hukum. Bahkan sambung Yosep, BNN tidak hanya tes urine melainkan tes rambut yang validasi atau akurasinya lebih tinggi.

“Kita hormati hasil kerja BNN, karena BNN lembaga yang kompeten, Bahkan BNN mengecek dokter yang menangani pengobatan pejabat bersangkutan,”imbuhnya. (jun)

Satpol PP Turunkan Spanduk Yang Melanggar Peraturan

Sejumlah spanduk yang terpampang di wilayah kota Kuningan diturunkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kuningan, karena dinilai melanggar ketertiban. Spanduk yang diturunkan adalah spanduk yang sudah kadaluarsa dan tak memiliki ijin serta yang melintang jalan sehingga mengganggu kenyamanan bahkan bisa mengancam keselamatan pengguna jalan.

Menurut Kepala Satpol PP Kabupaten Kuningan Deni Hamdani, bahwa berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 26 tahun 2010 tentang ketertiban umum, yang salah satu pasalnya menyebutkan bahwa pemasangan spanduk harus melalui prosedur dan ketentuan yang berlaku. Maka spanduk yang dianggap melanggar peraturan harus dditurunkan, guna menegakkan peraturan tersebut.

Dikatakannya, spanduk yang melintang jalan harus memiliki ijin bupati. Sementara beberapa spanduk yang melintang jalan sudah habis masa berlakunya atau kadaluarsa. Sehingga otomatis Satpol PP menurunkannya, agar tidak mengancam keselamatan lalulintas. (mckuningan/dink sa)

Kunjungan Kerja Komandan Korem 063 Sunan Gunung Jati Cirebon

Kodim 0615 Kuningan menerima kunjungan kerja Komandan Korem 063 Sunan Gunung Jati Cirebon Kolonel Infantri Ali Sanjaya bersama staf, Jum’at (24/02/12). Kedatangan Komandan Korem 063 Sunan Gunung Jati didampingi Ketua Persit KCK Korcab Korem PD III/Siliwangi dan disambut hangat Komandan Kodim 0615 Kuningan Letkol Kav. Sugeng Waskito Aji di Makodim 0615 Kuningan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Bupati Kuningan, H Aang Hamid Suganda, Kapolres Kuningan, AKBP Wahyu Bintono HB, SIK, MH dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kuningan Dodong Iman R, SH, MH.
Dalam kunjungan kerjanya, Danrem 063 Sunan Gunung Jati memberikan arahan, agar TNI senantiasa dekat dengan masyarakat melalui berbagai program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, karena TNI merupakan bagian dari masyarakat. Sehingga diharapkan dapat langsung berkecimpung dan berbaur dengan masyarakat.

Selain itu, TNI harus memahami karakter masyarakat yang ada di wilayah kerjanya. Setiap Babinsa, harus menguasai lima kemampuan territorial, terutama kemampuan penguasaan wilayah. Sehingga jika terjadi sesuatu di wilayahnya, Babinsa harus yang pertama terjun membantu masyarakat, seperti halnya pada bencana longsor yang terjadi di Kuningan beberapa waktu lalu.

Selain itu, ia meminta kepada seluruh anggota TNI untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan membantu aparat kepolisian serta pemerintah dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Karena hal ini merupakan kewajiban bersama dan harga mati bagi kesatuannya.

Sementara itu Dandim 0615 Kuningan menuturkan, bahwa kedatangan Danrem 063 Sunan Gunung Jati Cirebon bersama Ketua Persit KCK Korcab Korem 063 PD III/ SLW adalah dalam rangka kunjungan kerja dan silaturahmi. Danrem bersama rombongan sangat menikmati suasana Kuningan yang kondusif, aman dan nyaman. Danrem lebih menekankan kepada Babinsa agar senantiasa berperan aktif di tengah-tengah masyarakat. (mckuningan/dink sa)

Rotasi Kasatlantas Dan Kapolsek Di Lingkup Polres Kuningan

Kepala Satuan lalu lintas (Kasatlantas) dan beberapa Kapolsek di lingkup Polres Kuningan mengalami rotasi. Kasatlantas AKP. Yayat Hidayat dialih tugaskan sebagai Kapolsek Cidahu diganti AKP. H. Iskandar Hartana, S.Sos pindahan dari Polda Jabar. Serah terima jabatan berlangsung di aula Januraga Polres Kuningan, Kamis (23/02/12).
Sedangkan Kapolsek yang mengalami alih tugas diataranya, Kapolsek Ciawigebang Kompol Kisman digantikan oleh Kompol Sunardi. Selanjutnya , Kompol Kisman alih tugas ke Polres Sumedang dengan jabatan barunya sebagai Kabag Analisis. Kemudian AKP Sunyata yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Cidahu, kini menduduki jabatan baru sebagai Kasubag Min Polres Kuningan.

Kapolres Kuningan AKBP Wahyu Bintono HB, SIK, MH dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya, atas pengabdian semua jajarannya yang telah lama berkiprah di kepolisian, demi kemajuan Polres Kuningan. Tak lupa mengucapkan selamat bertugas di tempat yang baru kepada Kapolsek Ciawigebang, Kompol Sunardi Wianta Sani, Kasat Lantas AKP H. Iskandar Hartana S.Sos, dan Kapolsek Cidahu AKP Yayat Hidayat di tempat yang baru. 

Pihaknya yakin dan percaya, dengan berbagai pengalaman selama bertugas pada jabatan sebelumnya, akan mampu melaksanakan  tugas dan tanggung jawab ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga, tugas Polri selaku pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dapat tercapai. (mckuningan/dink sa)

Dishub Kuningan Periksa 30 Bus AKDP

Tidak kurang dari 30 bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) diperiksa kondisi kelaikannya oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, Kamis (01/03/12) di Terminal Type A Kertawangunan. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan kondisi bus tersebut dalam kedaan laik beroperasi atau tidak.

Dari hasil pemeriksaan selama 3 jam, yakni dari pukul 08.00 hingga pukul 11.00, ke 30 bus tersebut kondisinya cukup baik dan laikjalan, kecuali pencabutan kaca film beberapa bus karena dinilai menhalangi pemandangan. Hanya ada 1 bus yang terpaksa tidak bisa berangkat karena kelengkapan administrasi berupa surat- surat tertinggal di Jakarta.

Kepala Dinas perhubungan Kabupaten Kuningan, Jaka Chaerul mengaku gembira tidak lagi menggunakan ban gundul dan kondisi rem cukup bagus.
Dikatakan Jaka, bahwa pemeriksaan ini akan terus berlanjut sesuai dengan instruksi Dirjen Perhubungan, dimana setiap hari kondisi bus harus diperiksa. Pihaknya tidak keberatan karena setip hari armada bus masuk terminal.

Sementara para sopir bus menyambut baik adanya pemeriksaan ini, pihaknya tidak keberatan meskipun tiap hari busnya diperiksa. Hal ini demi kenyamanan dan keselamatan penumpang. (mckuningan/dink sa)

Monday, January 16, 2012

Kodim 0615 Kuningan Tanam 90 Ribu Pohon Endemik Di Gunung


Kodim 0615 Kuningan bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menanam sedikitnya 90 ribu bibit pohon endemik di gunung Ciremai,  pada lahan seluas 25 hektar, di Blok Sukageri, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur

Dandim 0615 Kuningan, Letkol Kav. Sugeng Waskito Aji, SIP, dalam sambutannya mengatakan, bahwa melihat kondisi geomorfologis Kabupaten Kuningan memiliki posisi dan peran penting sebagai daerah penyangga bagi daerah yang ada di sekitarnya. Deklarasi Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi, dapat dimaknai sebagai satu tonggak untuk mempertegas Kuningan sebagai kabupaten yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian sumber daya alam. Komitmen ini perlu dipahami dan dibangun bersama oleh semua komponen masyarakat Kabupaten Kuningan, dalam mewujudkan Kuningan sebagai Kabupaten konservasi, sehingga kegiatan ini bukan hanya fisik project semata.

Dikatakan Sugeng, Kodim 0615 Kuningan, sudah sering melakukan kegiatan penghijauan di wilayah Kuningan. Hal ini tiada lain bertujuan untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian alam, serta menanggulangi ancaman bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Selain unsur TNI, penanaman bibit pohon kali ini, pihaknya juga melibatkan warga dan komponen masyarakat.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, melalui Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kabupaten Kuningan, Drs. H. Atik Suherman, MSi, mengatakan, bahwa penanaman pohon merupakan kegiatan Nasional. Pasalnya, kuningan telah ditetapkan sebagai daerah konservasi sesuai dengan komitmen masayarakat, serta didukung oleh kebijakan pemerintah daerah yang memprioritaskan lingkungan hidup.

Menurut Atik, penanaman pohon sangat berguna bagi kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan pohon dan ketahanan pangan, serta ketersediaan air bersih. Hal ini merupakan wujud kebersamaan pemerintah dengan masyarakat. Diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya lingkungan yang baik, dan berperan aktif dalam rehabilitasi hutan dan lahan.

Sementara itu, Ditjen Hutbun DAS, DR. Ir. Apik Karyana,MSc, mengungkapkan, bahwa kondisi iklim dan alam sekarang ini sudah berubah. Tanda-tanda kerusakan pun sudah mulai nampak di bumi ini, yang ditandai dengan banyaknya bencana alam seperti tanah longsor dan banjir. Menurutnya, hal ini bisa dihindari dengan cara menjaga alam dan lingkungan disekitar dengan cara melakukan penanaman pohon.



Polres Kuningan Bagi-bagi Helm Gratis


Guna menekan jumlah kecelakaan lalulintas di wilayah Kuningan, Polres Kuningan menggelar operasi Simpatik  di taman kota Kuningan, Senin (5/12). Dalam operasi simpatik ini, selain mensosialisasikan berkendara yang baik, juga membagi-bagikan helm kepada para pengendara motor yang memakai helm yang tidak berstandar nasional.

Kapolres Kuningan AKBP Wahyu Bintono HB SIK MH, melalui Kasatlantas AKP. Yayat Hidayat mengatakan, bahwa helm ini diberikan kepada pengendara yang belum memakai helm standar. Pihak Polres menggantinya dengan helm standar yang diberikan secara gratis. Hal ini dilakukan  karena tingkat kecelakaan roda dua cukup tinggi diwilayah Kuningan ini.

Disebutkan, bahwa jumlah helm yang dibagikan gratis itu sebanyak 100 helm, 60 helm dibagikan di taman kota dan sisanya untuk di tiga titik, yakni, Cilimus, Jalaksana dan Ciawigebang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan simpati kepada masyarakat agar mematuhi peraturan lalulintas. Operasi Simpatik ini, masih dalam rangkaian operasi Zebra 2011 dari tanggal 28 November sampai 11 Desember, dan hanya dikhususkan bagi pengendara roda 2, karena tingkat kesadaran dalam berkendara masih rendah.

Selain itu, unit-unit dari Binmas Polres Kuningan melakukan terobosan dengan terjun langsung ke masyarakat, untuk melakukan sosialisasi dengan cara door to door.

Dikatakan, bahwa kesadaran pengendara roda 2 di Kuningan masih rendah, banyak pengendara roda 2 yang kelengkapan kedaraannya masih kurang, termasuk memakai helm standar. Korban meninggal dunia yang sering terjadi pada kecelekaan lalulintas di jalan, mayoritas berasal dari pengendara roda 2 yang tidak memakai helm standar.

Diharapkan, dengan digelarnya operasi simpatik selama dua minggu terakhir ini, dapat menurunkan jumlah kecelakaan lalulintas dan angka kematian akibat Laka Lantas. Dan dihimbau, kepada para pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat, agar mentaati peraturan lalulintas. Lengkapi surat-surat, kelengkepan kendaraan, gunakan helm SNI dan pakailah sabuk keselamatan bagi pengendara empat.

Polres Kuningan Razia 1.477


Polres Kuningan berhasil menilang 1.477 kendaraan roda dua selama Operasi Zebra Lodaya digelar, sejak tanggal 28 November hingga 11 Desember 2011. Semua kendaraan ditilang, secara umum tidak dilengkapi STNK dan pengendara tidak memiliki SIM saat berkendara.

Kasatlantas Polres Kuningan, AKP. Yayat Hidayat menjelaskan, bahwa selama operasi zebra berlangsung, pelanggaran paling banyak dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Menurutnya, masih banyaknya kendaran roda dua yang terjaring razia, membuktikan masih lemahnya kesadaran masyarakat dalam berkendara, seperti tidak memakai helm, membawa barang lebih dari muatan untuk roda dua, bonceng tiga, serta tidak melengkapi SIM dan STNK saat berkendara.

Lebih jauh Yayat mengatakan, bahwa selain motor, kendaraan lainnya yang ditilang yakni angkutan umum, seperti angkot dan elf. Mereka ditilang karena tidak menggunakan SIM umum.

Setelah operasi Zebra selesai, Polres Kuningan akan menggelar operasi Lilin. Operasi ini hampir sama dengan operasi Ketupat, namun sifatnya lebih kemanusiaan dan lebih meningkatkan lagi pengamanan, terutama objek vital seperti gereja dan objek wisata.

Pesan Kamtibmas Polres Kuningan




AKBP Wahyu Bintoro Hari Bawono, S.I.K., M.H.
Kapolres Kuningan

- Perhatikan keamanan rumah ketika hendak meninggalkan dalam keadaan kosong.
-   Waspada terhadap tamu yang tidak dikenal dan tidak
mudah terpancing bujuk rayu atau tipu daya.
- Waspada saat parkir kendaraam di tempat umum dan gunakan kunci ganda pada sepeda motor.
- Segera melapor ke Pospol / Polsek terdekat apabila dijumpai keberadaan atau kegiatan orang atau sekelompok yang tidak dikenal diwilayahnya.
- Hindari dan awasi keluarga dari penyalahgunaan narkoba.
- Periksa kelengkapan SIM dan STNK , patuhi rambu – rambu lalu lintas serta gunakan helm standar ketika mengendarai sepeda motor.

“ANTISIPASI LEBIH BERHARGA DARIPADA REHABILITASI”