INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

Sumber: http://kamu-klik.blogspot.com/2011/11/script-agar-setiap-link-di-blog-kita-di.html#ixzz1kKOSPdG6

Recent Posts

Image and video hosting by TinyPic

Showing posts with label PENDIDIKAN DAN OLAHRAGA. Show all posts
Showing posts with label PENDIDIKAN DAN OLAHRAGA. Show all posts

Thursday, March 22, 2012

STAI Al-Ihya Kuningan Tanam 4.000 Pohon Mangga

Sakolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ihya Kuningan laksanakan program penghijauan, dengan menanam sekitar 4.000 bibit pohon mangga,, Rabu (07/3) lalu. Pohon-pohon mangga tersebut akan di tanam di halaman- halaman masjid yang ada di KabupatenKuningan.

Menurut keterangan Ketua STAI Al-Ihya H. A. Nana Rusyana, di Kabupaten Kuningan saat ini banyak masjid yang memiliki halaman cukup luas. Tapi lahan tersebut umumnya belum dimanfaatkan untuk ditanami tanaman produktif. Melalui kegiatan penanaman ini diharapkan ke depan halaman-halaman masjid menj a dirindang dan produktif.

Untuk hal itu STAI Al-Ihya Kuningan terdorong untuk melakukan penanaman pohon produktif di halaman-halaman masjid, sekaligus dalam rangka mendukung Kuningan sebagai Kabupatenkonservasi.

Dikatakan Nana, bahwa untuk tahap awal, STAI Al-Ihya melakukan kerjasama dengan PT Telkom. Kedepan pihaknya juga akan menggandeng perusahaan lain yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda menyambut baik atas peran STAI Al-Ihya dan PT Telkom yang peduli terhadap sekitar lingkungan masjid yang ada di Kabupaten Kuningan. Diharapkan kerjasama seperti ini terus berke1 anjutan. (mckuningan/dink sa)

Tumamen Bola Volly “R C A CUP”

Dalam rangka mengembangkan potensi Generasi Muda dibidang olah raga khususnya bola volly, bertempat di alun-alun Desa Ciwam Kecamatan Ciwaru,baru-baru ini selesai dilaksanakanTumamen Bola Volly “R C A CUP” yang diikuti 8 Team yaituKompak (Cirahayu) Cipondok (Kadugede) Amper (Kuningan) Cipedes,STKIP Muhamadiyah(Kuningan) DISHUB (Kuningan)Pluto(Luragung Tonggoh) dan Ciwam.

Menurat keterangan Ketua Panitia Yayan Suhyana,S.Pd,Kegiatan berlangsung selama 5 hari dan hadiahyang disediakan sbb: Juara I Piala Tetap + uang pembinaan Rp.2.000.000,- Juara 2 Piala Tetap + uang pembinaan Rp. 1.500.000,- Juara 3 Piala Tetap + uang pembinaan Rp. 1.000.000,- dan Juara 4 Piala Tetap + uang pembinaan Rp.500.000,-

Hadir pada acara tersebut Ketua PBVSI Kabupaten Kuningan Dr.H.M Afif Kosasih M.Kes,Camat Ciwaru,Para Tokoh olah raga serta para undangan lainya. (mckuningan/ucupsupratman)

Metode Belajar Jari Aljabar Disosialisasikan Di Kuningan

Guna merubah paradigma mata pelajaran matematika dari sulit menjadi pelajaran yang mudah , cepat, cerdas dan menyenangkan, tidak kurang dari 100 guru MI yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kelompok Madrasah Ibtidaiyah (MK2MI) mengikuti sosialisasi metode Belajar Jari Aljabar. Kegiatan pelatihan ini dipusatkan di Restoran Lembah Ciremai, Rabu (22/02/12), dengan menghadirkan narasumber Bachrudin MD.

Diselenggarakannya sosialisasi metode Belajar Jari Aljabar ini, menurut Ketua MK2MI, Mulyono, S.Ag, sehubungan dalam waktu dekat, sekitar bulan Juli mendatang seluruh siswa MI akan mnghadapi olimpiade MIPAK tingkat Jawa Barat. Oleh karena itu perlu persiapan dini, karena dalam olimpiade MIPAK salah satu mata pelajaran yang dilombakan adalah matematika. Sementara metode Belajar Jari Aljabar itu sendiri adalah suatu metode berhitung matematika yang cepat dan mudah, hanya dengan mengaplikasikan jari tangan. Sehingga menjadikannya mudah dipelaj ari oleh anak-anak MI dan sederajat.

Metode Belajar Jari Aljabar ditemukan oleh Bachrudin MD. Menurut Bachrudin, metode ini memiliki konsep lebih mudah, cerdas dan menyenangkan untuk dipraktekan. Tanpa menjiplak dan meniru pelajaran yang sudah ada, dengan pelajaran dasar sama seperti pelajaran matematika biasa, yakni bilangan berbasis 10. Cara berhitungnya pun hanya menggunakan jari tangan dan logika, tanpa alat bantu sama sekali. Dengan metode ini otak kanan dan kiri para siswa dilatih untuk optimal dan seimbang.

Dikatakan Bachrudin MD, Metode Belajar Jari Aljabar sempat meraih penghargaan MURI kategori penemuan baru. Hal itu telah dibuktikan dalam lomba matematika yang diikuti para siswa, dimana 25 soal dapat diselesaikan hanya dalam waktu 3 menit. Saai ini metode penemuannya sudah beredar di 5 kota besar di Indonesia, (mckuningan/dink sa)

Kesebelasan Polres menang Telak 5-1 Atas Kesebelasan Setada Kabupaten kuningan

Pertandingan sepak bola tidak selamanya dihelat dalam sebuah kompetisi, namun sering pula digelar sebagai ajang menjalin silaturahmi melalui pertandingan persahabatan. Seperti yang dilakukan Polres dan Setda Kabupaten Kuningan, Rabu (29/02/12), mengadakan pertandingan persahabatan. Sekalipun pertandingan persahabatan, namun permainan kedua kesebelasan berjalan seru, masing-masing berusaha memperlihatkan kebolehannya. Dari hasil pertandingan tersebut, kesebelasan Polres rnenang telak dengen skor5-l.

Sebenarnya kedua kesebelasan sama-sama memiliki tehnik permainan yang bagus, hanya dari segi stamina, para pernain PolresKuningan lebih kuat. Sehingga gempuran tim kesebelasan Polres sulit dibendung, sehingga pada babak pertama pun tim Setda harus mengakui keunggulan Polres4-l.

Disusul pada babak ke dua, tim Polres menambah angka kemenangan menjadi 5-1. Kedudukan tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan, pertanda pertandingan berakhir.  

Menuurut Kapolres Kuningan, AKBP Wahyu Bintono HB, SIK, MH, pertandingan sepak bola ini merupakan kegiatan Polres dalam rangka silaturahmi antar instansi di Kabupaten Kuningan. Dengan adanya kegiatan ini, Kapolres berharap dapat meningkatkan jalinan hubungan yang lebih baik. (mckuningan/dink sa)

Olah Raga Biliar Kini Banyak Diminati

Kesan yang melekat di masyarakat tentang Biliar adalah olah raganya kaum lelaki iseng. Rumah Biliar seakan menjadi tempat hiburan para lelaki semata. Apalagi kehadiran para score girl yang berparas cantik dan bisa dijadikan penghibur para pe-Biliar, lebih mempertegas kesan, bahwa Biliar cenderung berbau mesum. Fenomena ini terjadi beberapa tahun ke belakang, sehingga Biliar kebanyakan hanya diminati kalangan lelaki berduit dengan motivasi hiburan semata.

Namun kini fenomena itu berubah, Biliar tidak hanya diminati kaum pria, tapi wanitapun mulai tertarik. Sehingga suasana Rumah Biliar saat ini mempunyai warna tersendiri dan kesan negative pun telah pupus.

Seperi dikatakan ketua POBSI Kabupaten kuningan H. Wawan Hermawan JR,  saat diwawancarai, Kamis (08/3), bahwa Biliar sudah merupakan perpaduan olah raga, hiburan dan gaya hidup. Sekaligus sebuah kegemaran dan keasyikan tersendiri bagi kalangan muda mudi bahkan para professional muda.

“Di era sekarang ini, orang tak sekedar nongkrong menyodok bola, tapi juga diarahkan untuk memenangkan kompetisi yang diselenggarakan secara reguler di semua tingkatan,” terangnya.

Dituturkan Wawan, bahwa Biliar adalah sebuah cabang olah raga yang masuk dalam kategori olah raga konsentrasi. Sehingga sangat dibutuhkan ketahanan dan pemahaman mental yang benar. Selain itu harus ditunjang pula oleh kemampuan fisik yang prima, agar dapat berprestasi lebih tinggi dan stabil.

 “Cabang olah raga Biliar dimainkan di atas meja dengan peralatan bantu khusus serta peraturan tersendiri. Permainan ini terbagi atas beberapa jenis, antara lain, jenis Carom, English Biliar dan Pool. Biliar juga dapat dimainkan secara perorangan maupun tim,” jelasnya
Sebagai contoh, lanjut Wawan mengatakan, jenis Carom dimainkan di meja yang tidak memiliki lubang. Berbeda dengan English Biliar dan Pool yang dimainkan di meja yang memiliki 6 lubang. Sementara untuk jenis English Biliar dan Pool, meskipun sama-sama memiliki 6 lubang, namun ukuran luas mejanya berbeda. Sampai saat ini yang sangat berkembang di Indonesia adalah jenis Pool yang terbagi dalam nomor bola 15, 8, 9 dan 10. (mckuningan/dink sa)

Wednesday, February 22, 2012

KONI Kabupaten Kuningan Persiapkan PORKAB V

Berbagai persiapan tengah dilakukan KONI Kabupaten Kuningan, sehubungan dengan akan penyelenggaraan PORKAB V yang menurut rencana akan digelar bulan Oktober 2012 mendatang. Sejumlah kecamatan telah menyatakan siap untuk mengikuti PORKAB V , yang rata-rata akan mengirimkan atletnya untuk 15 cabang olah raga.

Ketua KONI Kabupaten Kuningan H. Didi Sutardi mengatakan, dalam Porkab ini tiap kecamatan wajib mengirim atlet paling sedikit untuk empat cabang olah raga. Namun, dari 32 kecamatan, sebagian besar mengirimkan 15 cabang olah raga. Diantaranya, atletik, bilyar, basket, voli ball, bulutangkis, catur, karate, panjat tebing, pencak silat, renang, sepakbola, sepak takraw, tenis meja danberkuda.

Selain itu, ada cabang olah raga yang masuk eksibisi yaitu cabor berkuda dan panjat tebing. Jika memungkinkan maka diikutsertakan, tapi jika tidak ada atletnya, maka dua cabang olah raga ini, tidak ikut dalam PORKAB. (mckuningan/dinksa)




PERWOSI Jawa Barat Tanam 2.500 Pohon Jambu Merah

Persatuan Wanita Olah Raga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Jawa Barat, berkunjung ke Kabupaten Kuningan dalam rangka sosialisasi Senam Bugar Indonesia (SBI), Kamis (02/02/12). Kunjungan ini seklaligus penanaman 2.500 pohon jambu merah yang ditanam secara simbolis di kawasan hutan kota Bungkirit Cigugur.
         
Ketua Perwosi Jabar Ny. Hj. Sendi Yusuf yang juga istri wakil Gubernur Jabar itu, datang bersama rombongan Pengurus PERWOSI Jabar, melakukan sosisalisasi SBI di lapangan Pandapa Paramarta yang diikuti pengurus PERWOSI Kuningan yang diketuai Ny. Hj. Dadah Momon Rochmana.  Selain pengurus PERWOSI Kuningan, diikuti pula oleh beberapa pengurus Lembaga Lanjut Usia serta para pencinta Senam yang ada di kabupaten Kuningan.
         
Usai sosialisasi SBI, Ny. Hj. Sendi Yusuf, melakukan penanaman jambu merah di kawasan hutan kota Bungkirit, disertai bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda yang didampingi ketua TP PKK Hj. Utje Choeriyah Suganda.
         
Kegiatan penanaman ini , menurut Sendi, merupakan bentuk kepedulian Perwosi terhadap lingkungan sekaligus mendukung program Pemerintah Kabupaten Kuningan di bidang konservasi, apalagi Kuningan sebagai kabupaten konservasi. Dipilihnya jambu merah yang ditanam, bertujuan agar kelak hasilnya dapat dinikmati masyarakat.
         
Sementara itu, Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda menyambut baik partisipasi PERWOSI Jabar yang peduli terhadap lingkungan. Bupati sangat bangga dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian PERWOSI Jawa Barat dalam mendukung Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi. Menurutnya, sudah banyak kegiatan sosial berupa penanaman pohon di wilayah Kuningan, sehingga sampai saat ini sedikitnya sudah 2,5 juta pohon yang ditanam di kawasan hutan Kuningan..
        
 "Hampir 45% wilayah Kuningan merupakan kawasan hutan lindung dan hutan kota, sehingga tak salah jika Kuningan disebut sebagai Kabupaten Konservasi. Bahkan dalam waktu dekat akan ada para pejabat anggota DPD RI juga berencana akan melakukan penanaman pohon di Kuningan," kata Aang.
         
Menurut bupati, kegiatan penanaman pohon akan lebih banyak menghasilkan manfaat dari pada kerugian. Sehingga dia tetap berencana menjadikan Kuningan sebagai daerah konservasi daripada menjadikannya kota industri. (mckuningan/nank)

DPK Korpri Kabupaten Kuningan Miliki Lapang Tenis Berstandar Nasional

DPK Korpri Kabupaten kini memiliki lapang tenis yang cukup representative, berlokasi di belakang gedung setempat dan diresmikan penggunaannya oleh Wakil Bupati Kuniingan H. Momon Rochmana, Jum’at (20/01/12).
         
Ketua Panitia Pelaksana, Suyono, SSn, dalam laporannya menuturkan, bahwa dibangunnya lapangan tenis ini dalam rangka menumbuhkan semangat olah raga di lingkungan anggota DPK Korpri, sehingga tercipta masyarakat yang sehat..
         
Hal senada disampaikan Ketua DPK Korpri Kabupaten Kuningan, Drs Dian Rachmat Yanuar, MSi. Pihaknya bersyukur, proses pembangunan lapang tenis berstandar nasional ini bisa diselesaikan dengan lancar sesuai waktu yang talah ditentukan. Diharapkan dengan adanya lapang tennis in, silaturahmi anggota Korpri semakin meningkat. Bahkan tidak menutup kemungkinan dari lapang tenis ini akan muncul atlet tenis Kuningan yang handal.
        
Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan dalam sambutannya mengatakan, bahwa prestasi atlet Kabupaen Kuningan  untuk cabang tenis lapangan sangat kurang. Disebutkanya, tahun 2003 merupakan saat trakhir atlet tenis Kuningan berpretasi, yakni dalam ajang Porda di Indramayu. Harapan Wabup, dengan diresmikannya lapang tenis ini banyak dirasakan manfaatnya. Selain untuk mencari atlet berbakat, bisa digunakan pula untuk kebugaran fisik agar tetap sehat dan memiliki stamina yang prima. Menurut Wabup, mempunyai lapangan tenis yang representatif ini sudah dicita-citakan sejak dulu. Oleh karena itu, lapangan ini agar dimanfatkan dengan sebaik-baiknya, fasilitasnya harus dirawat agar mempunyai umur teknis yang cukup lama. (mckuningan/dink sa)

Universitas Kuningan (UNIKU) Miliki Gedung Perpustakaan Baru

Universitas  Kuningan ( UNIKU ) kini telah memiliki gedung perpustakaan baru yang cukup representative. Gedung berlantai dua tersebut diberi nama Gedung Perpustakaan Kahari Prawira Sujasa..Pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Bapak Kahari Prawira  Sujasa sebagai rector pertama sekaligus pelopor berdirinya UNIKU. Gedung tersebut diresmikan Bupati Kunngan H. aang Hamid Suganda Rabu (05/01) yang ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.
         
Ketua panitia pembangunan Drs. H. Djuhari Karnawisastra dalam laporannya mengatakan, bahwa di usianya yang ke 8 tahun UNIKU sudah dapat menunjukan kemajuan yang cukup pesat. Berbagai fasilitas telah dibangun guna memenuhi sarana dan prasarana kegiatan akademika. Sementara pembangunan gedung perpustakaan ini menelan dana sebesar Rp. 982 juta bantuan pemerintah Provinsi Jawa Barat..
         
Sementara itu rektor UNIKU, Iskandar Drs, MM dalam sambutannya menuturkan, bahwa pembangunan gedung perpustakaan tersebut dilaksanakan secara swakelola, sehingga dana sebesar Rp. 982 juta dapat merampungkan sebuah gedung berlantai dua yang cukup megah. Menurutnya, jika pembangunannya diserahkan kepada pihak ketiga, nilai gedung tersebut ditaksir sekitar 2,5 Milyar. Iskandar berharap gedung Perpustakaan ini agar dapat dimanfaatkan, khususnya oleh keluarga besar UNIKU bahkan masyarakat Kuningan umumnya.
         
Sementara itu Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda yang hadir bersama Wakil Bupati H. Momon Rochmana, Dandim Sugeng Waskito Aji, Kajari Refli,SH, Ketua Pengadilan Negeri Erwan Toni, SH dan Kepala BKPP Drs. Ano Sutrisno mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran civitas akademika UNIKU yang telah mampu bangkit dan mandiri untuk memajukan Unversitas kebanggaan masyarakat Kuningan ini. Diharapkan UNIKU terus bangkit dan jaya serta dapat berdaya saing dengan universitas-universitas lain yang ada di wilayah III Cirebon bahkan Jawa Barat. (mckuningan/dink sa)

Wednesday, January 25, 2012

Persika Karawang Unggul 2-1 Atas Pesik Kuningan

Pesik Kuningan harus mengakui keunggulan Persika Karawang dengan skor 2-1 dalam laga kandang ke dua Divisi I di stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan, Sabtu (21/01/12).
         
Di babak pertama Persika Karawang sempat kebobolan 1 gol oleh Pesik Kuningan, namun di menit-menit terakhir babak pertama Persika Karawang dapat menyamakan kedudukan menjadi 1-1.        
         
Gol pertama Pesik dicetak oleh Iwan pada menit ke 9 dengan pola permainan yang cepat, sehingga gawang Persika yang dijaga I Made P kebobolan. Setelah tertinggal 1 gol, Persika meningkatkan permainan untuk menekan Pesik Kuningan. Akhirnya pada menit ke 32, gawang Pesik pun jebol oleh tendangan Budi Geovani. Hingga peluit berbunyi di ujung babak pertama, kedudukan imbang 1-1.
         
Pada babak kedua,laga kedua tim makin sengit dan saling tekan ke gawang lawan. Pada menit ke-80 Pesik hampir menambah keunggulan lewat kaki Iman. Namun beruntung bagi Persika, tendangan Iman terlalu lemah dan bola dapat disergap oleh penjaga gawang Pesika.
         
Menjelang menit-menit terakhir di babak ke dua, pemain belakang Pesik membuat kesalaha, yang kemudian dimanfaatkan oleh penyerang Persika, hingga bola bersarang di gawang Pesik melalui tendangan Afriansyah. Kedudukanpun berubah menjadi 2-1 untuk kemenangan Persika Karawang. Hingga wasit meniup peluit mengakhiri babak ke dua, kedudukan bertahan 2-1.
         
Sementara Persika Karawang, meskipun dapat meraih kemenangan, namun harus membawa pulang kekecewaan atas kepemimpinan wasit. Pelatih Persika Yusak Susanto mengungkapkan kekecewaannya, menurut Yusak seharusnya Persika mendapat free kick tapi ternyata tidak mendapatkannya. Sehubungan dengan kejadian itu manajemen Persika akan melaporkannya ke komisi PSSI. (mckuningan/dink sa)

Monday, January 16, 2012

Bupati Berikan Kadeudeuh Kepada Atlit Berprestasi


Atlit Kabupaten Kuningan yang telah berlaga di ajang Pekan Olahraga Antar Pemerintah Daerah (Porpemda) berhasil menggondol 1 medali emas dari cabang futsal, 1 perak dari Bulutangkis dan 1 perunggu dari cabang Catur. Dengan perolehan medali tersebut, Kabupaten Kuningan menduduki peringkat ke 8.

Meskipun pencapaian para atlit belum sesuai harapan, Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda tetap memberikan kadeudeuh kepada para atlit yang meraih prestasi di halaman Setda Kuningan, Uang kadeudeuh yang dijanjikan Bupati sejak awal, saat itu diberikan, untuk peraih medali emas sebesar 5 juta rupiah, perak, 3 juta rupiah, dan perunggu sebesar 2 juta rupiah.

Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan rasa bangga kepada para atlit Kuningan yang telah berjuang mengharumkan nama Kabupaten Kuningan di tingkat Propinsi. Untuk itu sudah sepantasnya, Pemerintah Daerah memberikan kadeudeuh.

Dikatakan Bupati, bahwa kadeudeuh ini diberikan bukan sebagai poya-poya, akan tetapi lebih kepada perhatian Pemerintah Daerah terhadap mereka yang telah berjuang demi nama baik Kabupaten Kuningan.
Kepada para atlit yang berprestasi, Bupati berpesan, jangan mudah puas dengan apa yang telah diraih, kedepan harus lebih ditingkatkan lagi. Mudah-mudahan
di tahun yang akan datang, peringkat Kabupaten Kuningan dapat lebih baik lagi dan berada di 5 besar perolehan medali.

Kejurnas Pencak Silat Bima Suci Cup I


Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda membuka Kejuaraan pencak silat invitasi Bima Suci Cup I  Tingkat Nasional yang digelar di Kabupaten Kuningan, Selasa (20/12) yang  bertempat di GOR Ewangga Kabupaten Kuningan.

Ikut menghadiri Ketua DPRD Kuningan H Acep Purnama SH, MH, Ketua Umum KONI Kuningan Drs H Didi Sutardiserta undangan lainnya.

Ketua penyelenggara Iman Nurfatoni S.Pd, mengatakan, kejurnas Bima Suci ini  berlangsung selama 3 hari serta diikuti peserta undangan diantaranya dari perwakilan Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I Yogyakarta, Lampung, Bali, NTB, Papua dan Kalimantan Barat. Menurut Iman , kejuaraan ini sengaja digelar dengan tujuan sebagai sarana apresiasi para pelaksana pencak silat dan para atlet pencak silat serta bagian dari silaturahmi para anggota perguruan Bima Suci seluruh Indonesia.

Bupati Aang Hamid mengapresiasi dan menyambut baik kejuaraan nasional pencak silat invitasi Bima Suci Cup I ini. Dengan ditunjuknya Kuningan sebagai tuan rumah  merupakan suatu kehormatan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.

Menurutnya, dalam konteks pembinaan olah raga prestasi Kabupaten Kuningan menunjukkan adanya perkembangan yang cukup baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya agenda event kejuaraan olahraga prestasi yang diselenggarakan di Kabupaten Kuningan, baik tingkat Kejurkab, Kejurwila, Kejurda maupun kejuaraan tingkat nasional.

Bupati berharap, kejuaraan ini menjadi pemicu prestasi olahraga terutama di kabupaten Kuningan yang lebih baik, dalam upaya pencapaian peringkat prestasi yang lebih baik pada Pekan Olahraga Daerah (PORDA) maupun Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan datang.

Bupati Aang berpesan kepada KONI Kabupaten Kuningan maupun para pengurus cabang olahraga termasuk pengcab IPSI kabupaten Kuningan juga perguruan bima suci di dalamnya, untuk terus berusaha semaksimal mungkin dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan prestasi.

179 Sarjana Pendidikan STAI Al-Ihya Kuningan Diwisuda

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ihya Kuningan mewisuda 179 sarjana pendidikan baru , akhir Desember 2011 kemarin  di gedung Sanggariang Kuningan. Wisuda Sarjana ke – 18  ini dihadiri Sekda Kuningan Drs.H. Yosef Setiawan,M.Si yang mewakili Bupati Kuningan. 

Ketua STAI Al-Ihya Kuningan, Drs. Nana Rusdiana M.Pd beserta seluruh civitas akademik mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahannya tepat waktu dengan nilai yang relatif memuaskan. Selanjutnya Nana berharap momentum wisuda kali ini dijadikan sebagai awal, bahwa hidup ini terus berkembang dan dinamis. Oleh karena itu, para sarjana dituntut untuk mandiri.

Sementara itu Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Kuningan, Drs. H Yosep Setiawan MSi dalam sambutannnya mengatakan, bahwa tantangan yang dihadapi saat ini adalah dalam upaya meningkatkan  kesejahteraan masyarakat, terlebih dengan perkembangan ilmu dan penguasaan teknologi yang amat pesat sekarang ini. Untuk itu, setiap sarjana, baik yang secara langsung bergerak dibidang perkembangan ilmu pengetahuan maupun yang bergerak ditataran praktis diharapkan mampu menjawab persoalan-persoalan tadi guna mengabdikan diri sepenuhnya bagi kepenting-an negara dan bangsa.

Menurut  Sekda, para peserta wisuda maupun sarjana alumni STAI-AL IHYA Kuningan yang akan segera terjun ke masyarakat, hendaknya menyadari bahwa tugas dan tanggung jawab yang akan dipikul di tengah masyarakat akan jauh lebih besar dan berat dibandingkan semasa menjadi mahasiswa.
Namun, pihaknya, percaya bahwa para wisudawan sebagai sarjana-sarjana STAI-Al Ihya Kuningan, tentu akan dapat melaksanakan karya bakti yang sebaik-baiknya kepada masyarakat, sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya.

Prof. DR. Muhammad Surya Menyerap Aspirasi Guru Kabupaten Kuningan


Dalam rangka Hut PGRI ke-66 dan Hari Guru Nasional ke-16, Prof. DR. Mohammad Surya, mantan Ketua umum pengurus besar PGRI, berinisiatif memberikan pembekalan empat pilar kebangsaan serta pendidikan karakter kepada 100 orang guru di gedung PGRI Kuningan, Senin (26/12).

Menurut Ketua panitia pelaksana, Opik Opini, M.Pd, acara ini merupakan inisiatif Muhammad Surya untuk memberikan pemahaman seputar aktualisasi empat pilar kebangsaan serta pendidikan karakter dalam dunia pendidikan. Pihaknya merasa bersyukur, karena Prof. DR. Mohammad Surya merupakan warga asli Kuningan yang memiliki kepedulian tinggi bagi pendidikan di kabupaten Kuningan.

Prof. DR. Muhammad Surya yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, dalam keterangannya mengatakan, bahwa selain pembekalan atau sosialisasi, acara ini juga dimaksudkan untuk menyerap aspirasi para guru di kabupaten Kuningan dalam konteks pendidikan. Diakuinya, bahwa selain di dunia pendidikan, dirinya juga telah menyerap aspirasi dalam sektor lain, seperti ekonomi dan pembangunan. Sementara aspirasi yang berhasil diserap dalam konteks pendidikan di Kuningan, antara lain, seputar peningkatan mutu guru, sarana pra sarana, sertifikasi guru, dan lain-lain. Selanjutnya aspirasi ini akan ditindak lanjuti di tingkat Nasional.

Terkait isu-isu pendidikan baik di tingkat lokal maupun Nasional, menurut Opik, PGRI Kuningan akan menyelanggarakan audiensi dengan DPD RI. Muhammad Surya akan mengajak jajaran PGRI Kuningan untuk berkunjung ke DPD RI.
Sementara itu dalam mengisi momentum Hut PGRI dan Hari Guru Nasional, Opik menyebutkan, banyak kegiatan lain yang talah dilaksanakan, diantaranya, kegiatan sosial, olahraga, hingga peningkatan kualitas guru di Kuningan. Diharapkan melalui kegiatan-kegiatan tersebut, pendidikan di kabupaten Kuningan dapat meningkat pesat