INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

Sumber: http://kamu-klik.blogspot.com/2011/11/script-agar-setiap-link-di-blog-kita-di.html#ixzz1kKOSPdG6

Recent Posts

Image and video hosting by TinyPic

Monday, January 16, 2012

Bupati Berikan Kadeudeuh Kepada Atlit Berprestasi


Atlit Kabupaten Kuningan yang telah berlaga di ajang Pekan Olahraga Antar Pemerintah Daerah (Porpemda) berhasil menggondol 1 medali emas dari cabang futsal, 1 perak dari Bulutangkis dan 1 perunggu dari cabang Catur. Dengan perolehan medali tersebut, Kabupaten Kuningan menduduki peringkat ke 8.

Meskipun pencapaian para atlit belum sesuai harapan, Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda tetap memberikan kadeudeuh kepada para atlit yang meraih prestasi di halaman Setda Kuningan, Uang kadeudeuh yang dijanjikan Bupati sejak awal, saat itu diberikan, untuk peraih medali emas sebesar 5 juta rupiah, perak, 3 juta rupiah, dan perunggu sebesar 2 juta rupiah.

Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan rasa bangga kepada para atlit Kuningan yang telah berjuang mengharumkan nama Kabupaten Kuningan di tingkat Propinsi. Untuk itu sudah sepantasnya, Pemerintah Daerah memberikan kadeudeuh.

Dikatakan Bupati, bahwa kadeudeuh ini diberikan bukan sebagai poya-poya, akan tetapi lebih kepada perhatian Pemerintah Daerah terhadap mereka yang telah berjuang demi nama baik Kabupaten Kuningan.
Kepada para atlit yang berprestasi, Bupati berpesan, jangan mudah puas dengan apa yang telah diraih, kedepan harus lebih ditingkatkan lagi. Mudah-mudahan
di tahun yang akan datang, peringkat Kabupaten Kuningan dapat lebih baik lagi dan berada di 5 besar perolehan medali.

Kejurnas Pencak Silat Bima Suci Cup I


Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda membuka Kejuaraan pencak silat invitasi Bima Suci Cup I  Tingkat Nasional yang digelar di Kabupaten Kuningan, Selasa (20/12) yang  bertempat di GOR Ewangga Kabupaten Kuningan.

Ikut menghadiri Ketua DPRD Kuningan H Acep Purnama SH, MH, Ketua Umum KONI Kuningan Drs H Didi Sutardiserta undangan lainnya.

Ketua penyelenggara Iman Nurfatoni S.Pd, mengatakan, kejurnas Bima Suci ini  berlangsung selama 3 hari serta diikuti peserta undangan diantaranya dari perwakilan Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I Yogyakarta, Lampung, Bali, NTB, Papua dan Kalimantan Barat. Menurut Iman , kejuaraan ini sengaja digelar dengan tujuan sebagai sarana apresiasi para pelaksana pencak silat dan para atlet pencak silat serta bagian dari silaturahmi para anggota perguruan Bima Suci seluruh Indonesia.

Bupati Aang Hamid mengapresiasi dan menyambut baik kejuaraan nasional pencak silat invitasi Bima Suci Cup I ini. Dengan ditunjuknya Kuningan sebagai tuan rumah  merupakan suatu kehormatan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.

Menurutnya, dalam konteks pembinaan olah raga prestasi Kabupaten Kuningan menunjukkan adanya perkembangan yang cukup baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya agenda event kejuaraan olahraga prestasi yang diselenggarakan di Kabupaten Kuningan, baik tingkat Kejurkab, Kejurwila, Kejurda maupun kejuaraan tingkat nasional.

Bupati berharap, kejuaraan ini menjadi pemicu prestasi olahraga terutama di kabupaten Kuningan yang lebih baik, dalam upaya pencapaian peringkat prestasi yang lebih baik pada Pekan Olahraga Daerah (PORDA) maupun Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan datang.

Bupati Aang berpesan kepada KONI Kabupaten Kuningan maupun para pengurus cabang olahraga termasuk pengcab IPSI kabupaten Kuningan juga perguruan bima suci di dalamnya, untuk terus berusaha semaksimal mungkin dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan prestasi.

179 Sarjana Pendidikan STAI Al-Ihya Kuningan Diwisuda

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ihya Kuningan mewisuda 179 sarjana pendidikan baru , akhir Desember 2011 kemarin  di gedung Sanggariang Kuningan. Wisuda Sarjana ke – 18  ini dihadiri Sekda Kuningan Drs.H. Yosef Setiawan,M.Si yang mewakili Bupati Kuningan. 

Ketua STAI Al-Ihya Kuningan, Drs. Nana Rusdiana M.Pd beserta seluruh civitas akademik mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahannya tepat waktu dengan nilai yang relatif memuaskan. Selanjutnya Nana berharap momentum wisuda kali ini dijadikan sebagai awal, bahwa hidup ini terus berkembang dan dinamis. Oleh karena itu, para sarjana dituntut untuk mandiri.

Sementara itu Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Kuningan, Drs. H Yosep Setiawan MSi dalam sambutannnya mengatakan, bahwa tantangan yang dihadapi saat ini adalah dalam upaya meningkatkan  kesejahteraan masyarakat, terlebih dengan perkembangan ilmu dan penguasaan teknologi yang amat pesat sekarang ini. Untuk itu, setiap sarjana, baik yang secara langsung bergerak dibidang perkembangan ilmu pengetahuan maupun yang bergerak ditataran praktis diharapkan mampu menjawab persoalan-persoalan tadi guna mengabdikan diri sepenuhnya bagi kepenting-an negara dan bangsa.

Menurut  Sekda, para peserta wisuda maupun sarjana alumni STAI-AL IHYA Kuningan yang akan segera terjun ke masyarakat, hendaknya menyadari bahwa tugas dan tanggung jawab yang akan dipikul di tengah masyarakat akan jauh lebih besar dan berat dibandingkan semasa menjadi mahasiswa.
Namun, pihaknya, percaya bahwa para wisudawan sebagai sarjana-sarjana STAI-Al Ihya Kuningan, tentu akan dapat melaksanakan karya bakti yang sebaik-baiknya kepada masyarakat, sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya.

Prof. DR. Muhammad Surya Menyerap Aspirasi Guru Kabupaten Kuningan


Dalam rangka Hut PGRI ke-66 dan Hari Guru Nasional ke-16, Prof. DR. Mohammad Surya, mantan Ketua umum pengurus besar PGRI, berinisiatif memberikan pembekalan empat pilar kebangsaan serta pendidikan karakter kepada 100 orang guru di gedung PGRI Kuningan, Senin (26/12).

Menurut Ketua panitia pelaksana, Opik Opini, M.Pd, acara ini merupakan inisiatif Muhammad Surya untuk memberikan pemahaman seputar aktualisasi empat pilar kebangsaan serta pendidikan karakter dalam dunia pendidikan. Pihaknya merasa bersyukur, karena Prof. DR. Mohammad Surya merupakan warga asli Kuningan yang memiliki kepedulian tinggi bagi pendidikan di kabupaten Kuningan.

Prof. DR. Muhammad Surya yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, dalam keterangannya mengatakan, bahwa selain pembekalan atau sosialisasi, acara ini juga dimaksudkan untuk menyerap aspirasi para guru di kabupaten Kuningan dalam konteks pendidikan. Diakuinya, bahwa selain di dunia pendidikan, dirinya juga telah menyerap aspirasi dalam sektor lain, seperti ekonomi dan pembangunan. Sementara aspirasi yang berhasil diserap dalam konteks pendidikan di Kuningan, antara lain, seputar peningkatan mutu guru, sarana pra sarana, sertifikasi guru, dan lain-lain. Selanjutnya aspirasi ini akan ditindak lanjuti di tingkat Nasional.

Terkait isu-isu pendidikan baik di tingkat lokal maupun Nasional, menurut Opik, PGRI Kuningan akan menyelanggarakan audiensi dengan DPD RI. Muhammad Surya akan mengajak jajaran PGRI Kuningan untuk berkunjung ke DPD RI.
Sementara itu dalam mengisi momentum Hut PGRI dan Hari Guru Nasional, Opik menyebutkan, banyak kegiatan lain yang talah dilaksanakan, diantaranya, kegiatan sosial, olahraga, hingga peningkatan kualitas guru di Kuningan. Diharapkan melalui kegiatan-kegiatan tersebut, pendidikan di kabupaten Kuningan dapat meningkat pesat

Kodim 0615 Kuningan Tanam 90 Ribu Pohon Endemik Di Gunung


Kodim 0615 Kuningan bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menanam sedikitnya 90 ribu bibit pohon endemik di gunung Ciremai,  pada lahan seluas 25 hektar, di Blok Sukageri, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur

Dandim 0615 Kuningan, Letkol Kav. Sugeng Waskito Aji, SIP, dalam sambutannya mengatakan, bahwa melihat kondisi geomorfologis Kabupaten Kuningan memiliki posisi dan peran penting sebagai daerah penyangga bagi daerah yang ada di sekitarnya. Deklarasi Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi, dapat dimaknai sebagai satu tonggak untuk mempertegas Kuningan sebagai kabupaten yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian sumber daya alam. Komitmen ini perlu dipahami dan dibangun bersama oleh semua komponen masyarakat Kabupaten Kuningan, dalam mewujudkan Kuningan sebagai Kabupaten konservasi, sehingga kegiatan ini bukan hanya fisik project semata.

Dikatakan Sugeng, Kodim 0615 Kuningan, sudah sering melakukan kegiatan penghijauan di wilayah Kuningan. Hal ini tiada lain bertujuan untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian alam, serta menanggulangi ancaman bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Selain unsur TNI, penanaman bibit pohon kali ini, pihaknya juga melibatkan warga dan komponen masyarakat.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, melalui Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kabupaten Kuningan, Drs. H. Atik Suherman, MSi, mengatakan, bahwa penanaman pohon merupakan kegiatan Nasional. Pasalnya, kuningan telah ditetapkan sebagai daerah konservasi sesuai dengan komitmen masayarakat, serta didukung oleh kebijakan pemerintah daerah yang memprioritaskan lingkungan hidup.

Menurut Atik, penanaman pohon sangat berguna bagi kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan pohon dan ketahanan pangan, serta ketersediaan air bersih. Hal ini merupakan wujud kebersamaan pemerintah dengan masyarakat. Diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya lingkungan yang baik, dan berperan aktif dalam rehabilitasi hutan dan lahan.

Sementara itu, Ditjen Hutbun DAS, DR. Ir. Apik Karyana,MSc, mengungkapkan, bahwa kondisi iklim dan alam sekarang ini sudah berubah. Tanda-tanda kerusakan pun sudah mulai nampak di bumi ini, yang ditandai dengan banyaknya bencana alam seperti tanah longsor dan banjir. Menurutnya, hal ini bisa dihindari dengan cara menjaga alam dan lingkungan disekitar dengan cara melakukan penanaman pohon.



Polres Kuningan Bagi-bagi Helm Gratis


Guna menekan jumlah kecelakaan lalulintas di wilayah Kuningan, Polres Kuningan menggelar operasi Simpatik  di taman kota Kuningan, Senin (5/12). Dalam operasi simpatik ini, selain mensosialisasikan berkendara yang baik, juga membagi-bagikan helm kepada para pengendara motor yang memakai helm yang tidak berstandar nasional.

Kapolres Kuningan AKBP Wahyu Bintono HB SIK MH, melalui Kasatlantas AKP. Yayat Hidayat mengatakan, bahwa helm ini diberikan kepada pengendara yang belum memakai helm standar. Pihak Polres menggantinya dengan helm standar yang diberikan secara gratis. Hal ini dilakukan  karena tingkat kecelakaan roda dua cukup tinggi diwilayah Kuningan ini.

Disebutkan, bahwa jumlah helm yang dibagikan gratis itu sebanyak 100 helm, 60 helm dibagikan di taman kota dan sisanya untuk di tiga titik, yakni, Cilimus, Jalaksana dan Ciawigebang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan simpati kepada masyarakat agar mematuhi peraturan lalulintas. Operasi Simpatik ini, masih dalam rangkaian operasi Zebra 2011 dari tanggal 28 November sampai 11 Desember, dan hanya dikhususkan bagi pengendara roda 2, karena tingkat kesadaran dalam berkendara masih rendah.

Selain itu, unit-unit dari Binmas Polres Kuningan melakukan terobosan dengan terjun langsung ke masyarakat, untuk melakukan sosialisasi dengan cara door to door.

Dikatakan, bahwa kesadaran pengendara roda 2 di Kuningan masih rendah, banyak pengendara roda 2 yang kelengkapan kedaraannya masih kurang, termasuk memakai helm standar. Korban meninggal dunia yang sering terjadi pada kecelekaan lalulintas di jalan, mayoritas berasal dari pengendara roda 2 yang tidak memakai helm standar.

Diharapkan, dengan digelarnya operasi simpatik selama dua minggu terakhir ini, dapat menurunkan jumlah kecelakaan lalulintas dan angka kematian akibat Laka Lantas. Dan dihimbau, kepada para pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat, agar mentaati peraturan lalulintas. Lengkapi surat-surat, kelengkepan kendaraan, gunakan helm SNI dan pakailah sabuk keselamatan bagi pengendara empat.

Polres Kuningan Razia 1.477


Polres Kuningan berhasil menilang 1.477 kendaraan roda dua selama Operasi Zebra Lodaya digelar, sejak tanggal 28 November hingga 11 Desember 2011. Semua kendaraan ditilang, secara umum tidak dilengkapi STNK dan pengendara tidak memiliki SIM saat berkendara.

Kasatlantas Polres Kuningan, AKP. Yayat Hidayat menjelaskan, bahwa selama operasi zebra berlangsung, pelanggaran paling banyak dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Menurutnya, masih banyaknya kendaran roda dua yang terjaring razia, membuktikan masih lemahnya kesadaran masyarakat dalam berkendara, seperti tidak memakai helm, membawa barang lebih dari muatan untuk roda dua, bonceng tiga, serta tidak melengkapi SIM dan STNK saat berkendara.

Lebih jauh Yayat mengatakan, bahwa selain motor, kendaraan lainnya yang ditilang yakni angkutan umum, seperti angkot dan elf. Mereka ditilang karena tidak menggunakan SIM umum.

Setelah operasi Zebra selesai, Polres Kuningan akan menggelar operasi Lilin. Operasi ini hampir sama dengan operasi Ketupat, namun sifatnya lebih kemanusiaan dan lebih meningkatkan lagi pengamanan, terutama objek vital seperti gereja dan objek wisata.