INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

INFO KUNINGAN,COMING SOON

UNDER MAINTENANCE

Sumber: http://kamu-klik.blogspot.com/2011/11/script-agar-setiap-link-di-blog-kita-di.html#ixzz1kKOSPdG6

Recent Posts

Image and video hosting by TinyPic

Monday, January 16, 2012

Di Tahun 2011, Sejumlah Gedung Kantor Selesai Dibangun


Kondisi bangunan perkantoran di lingkungan Pemda Kabupaten Kuningan pada tahun 2011 mendapat perhatian, sejumlah kantor dibangun dan direnovasi Pemerintah Kabupaten Kuningan . Hasilnya tampak sekarang, wajah – wajah perkantoran itu enak dipandang mata, dan menjadi tempat bekerja yang nyaman.

Disamping memprogramkan pembangunan gedung perkantoran, Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Kuningan memiliki banyak kegiatan pembangunan lainnya seperti PPIP, Pansimas, PKP,  kata Drs.H. Lili Suherli.M.Si kepada penulis.

“ Adapun pembangunan gedung-gedung yang sedang dalam pembangunan atau yang sudah selesai dan telah digunakan diantarannya gedung Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kominfo,   Dinas Kesehatan, BKKBCS, BPPT, BPMD, HUTBUN,  Disperindag, BKD, dan gedung Kesenian.

Adanya gedung Kesenian ini sesuai aspirasi para seniman dan kelompok seni yang berkeinginan Kuningan memiliki gedung kesenian untuk aktivitas pentas mereka. Sekarang bangunan itusudah terwujud tinggal penggunaanya,  dan untuk kelengkapan  lainnya nanti kedepannya bisa ditambah.

Disamping memprogramkan pembangunan gedung-gedung pemerintahan, Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya juga memperhatikan bangunan – bangunan rumah  warga/masyarakat Kuningan. Salah satu contohnya, jelas H Lili Suherli,  kita melirik ke pembangunan rumah-rumah warga yang tidak layak huni tapi kita sifatnya bukan program rumah tidak layak huni (Rutilahu), tapi program MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Itu program pemberdayaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perumahan Rakyat ( Kemenpera). Pada awal tahun 2011, Kabupaten Kuningan mendapat  alokasi 100 unit, dan pada saat anggaran perubahan kemarin mendapat lagi tambahan 300 unit, jadi seluruhnya untuk tahun 2011 itu  sebanyak 400 unit.          Dalam program ini, ada yang sifatnya peningkatan kapasitas perumahan, dan ada pembangunan rumah.

Dalam pelaksanaannya, jelan mantan Kabag Humas Pemda Kuningan,  Kemenpera bekerjasama dengan BPN .  Melalui program PKP ini, setiap rumah yang dibangun langsung dibantu mendapatkan sertifikat tanah dari kantor Badan Pertanahan Nasional  (BPN) Kuningan. Dengan adanya bantuan stimulant dari pemerintah yang jumlahnya Rp 5 juta melalui program ini, sangat diharapkan adanya swadaya masyarakat dan kegotong-royongan dari warga desa setempat. Kalau melihat sementara ini kegotong-royongan warga/masyarakat Kabupaten Kuningan cukup tinggi, hal itu terlihat dari pembangunan 400 rumah selesai sesuai target.

Kemudian selain menangani pembangunan perumahan, Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya melaksanakan pembangunan sarana lingkungan (Sarana Prasarana Lingkungan). Biayanya disamping dari anggaran APBD Kuningan, juga bantuan dari pemerintah Propinsi. Seperti pembangunan taman SDN VIII yang sudah menjadi taman juga perbaikan pandapanya. Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana lingkungan ini dilaksanakan juga dibeberapa puluh desa..
Demikian juga dengan pembangunan Drynase untuk pengadaan air bersih mendapat anggaran dari DAK,  lokasinya empat desa .  Seperti Drynase di Cigugur komplek BTN Cijoho, juga drynase perumahan lingkungan. Dan banyak juga pembangunan-pembangungan pemberdayaan masyarakat, seperti melalui program  dari pusat, apakah itu PPIP, Pamsimas,  P2KP yang jumlahnya cukup banyak di sekian desa, ujar Kepala Dinas  Tata Ruang dan Cipta Karya (TRCK) Drs. H. Lili Suherli, M.Si (06/12) Kamis 2011 di ruang kerjanya.

Asep Sapari Terpilih Kembali Sebagai Ketua

Asep Safari untuk kedua kalinya terpilih kembali sebagai ketua Forum Komunikasi Artis dan Musisi Dangdut Kuningan (FKAMDK) periode 2011-2013. Setelah dilaksanakan pemilihan yang berlangsung di Restoran Lembah Ciremai, Sabtu (03/12).

Asep mengaku, sebagai ketua terpilih akan terus meningkatkan tali silaturahim antar musisi dan penyanyi dangdut di Kabupaten Kuningan. Sehingga, musik dangdut di Kabupaten Kuningan lebih berkualitas dan lebih bermartabat. Dan ia berharap, musik dangdut di Kabupaten Kuningan terus menggeliat, sehingga  banyak artis dangdut Kuningan yang diekspose. Dari yang sebelumnya dianggap kampungan kini dangdut menjadi konsumsi masyarakat semua kalangan dan bisa disejajarkan dengan musisi lainnya.

Dalam proses pemilihan Ketua ini kata Asep, sedikitnya perwakilan dari  300 group musik dangdut hadir. Setelah terpilih untuk yang kedua kalinya ini, dirinya ingin terus berkarya dan memajukan musik dangdut serta lebih meningkatkan kwalitasnya dengan  menghargai profesinya sendiri demi kemajuan  musik dangdut di Kuningan.

Asep berharap, artis dan musisi dangdut di kabupaten Kuningan bisa berbicara banyak untuk industri musik dangdut di Indonesia. Selain itu, pihaknya akan membuat program untuk setiap pagelaran musik dangdut disisipi program sosial, sehingga bukan hanya musik yang ditampilkan, tapi juga nilai positifnya terhadap masyarakat akan terasa. (mckuningan/dink sa)

MWC NU Kecamatan Karangkancana Gelar MTQ

Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Karangkancana bekerjasama denga para AlimUlama setempat menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) untuk tingkat Anak, Ramaja Dan Dewasa. Kegiatan ini diikuti tidak kurang dari 72 peserta dari 9 desa se-kecamatan Karangkancana, selasa (20/12). Cabang yang dilombakan terdiri dari Tilawah dan Murotal, dengan tim penilai dari unsur LPTQ dan para Alim Ulama.

Sebelum lomba dilaksanakan, kegiatan diawali dengan pawai Ta’aruf yang diikuti oleh para peserta, unsur muspika, unsur pelajar dan masyarakat setempat yang dimeriahkan Drum Band MTs N Luragung. Hadir dalam kesempatan ini Assda II Drs. H. Yayan Sofyan, MM.

Dikatakan ketua Panitia H. Abdul yang juga ketua Majelis Wakil Cabang NU Karangkancana, bahwa MTQ tingkat kecamatan, baru kali ini diselenggarakan sejak Karangkancana menjadi kecamatan sepuluh tahun lalu. Hal ini dimaksudkan untuk menggugah kembali semangat para santri dalam berlomba, terutama untuk menghadapi MTQ tingkat Kabupaten yang rencananya akan diselenggarakan bulan Februari 2012 mendatang.
Sementara itu Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asda II, H. Yayan Sofyan saat membuka resmi MTQ ini, menyambut baik dan menyampaikan rasa bangga terhadap besarnya perhatian masyarakat terhadap MTQ. Hal ini membuktikan betapa besar daya tarik Kitab Suci Al-Qur’an bagi umat Islam. Diharapkan dari hasil MTQ ini akan  melahirkan Qori dan Qori’ah pilihan serta Hafidz dan Hafidzoh yang handal, yang akan mampu berprestasi dan membawa harum nama baik di arena MTQ tingkat yang lebih tinggi.

Yayat Hidayat, SE, Direktur Utama PD. BPR Kuningan Yang Baru


ini dikukuhkan sebagai Direktur Utama PD BPR Kuningan.  Lulusan fakultas ekonomi Universitas Kuningan tahun 2004 lalu, sebelumnya adalah sebagai Kepala Cabang PD. BPR (Bank Perkreditan Rakyat)  Cabang Kecamatan Cidahu.

Ia diberikan kepercayaan sebagai Direktur Utama PD. BPR Kuningan sejak bulan Juni 2011 , menggantikan pejabat lama Drs. EK. Sugiarto yang habis masa jabatannya.

Pemda Kabupaten Kuningan menunjuk Yayat Hidayat.SE sebagai pimpinan tertinggi di PD.BPR Kuningan, tentunya selain didasari kepercayaan mengemban amanat, juga pasti karena kemampuan dan pengalamannya yang tidak diragukan. Dia bukan orang baru di lembaga BUMD yang bergerak disektor keuangan ini, karena merintis karier dari mulai staf paling bawah, dan kemudian setahap demi setahap menduduki jabatan di lembaga tersebut.

Berdasarkan informasi dan data yang penulis dapatkan, Yayat yang berusia 38 tahun ini, selama menjadi karyawan PD BPR  ternyata rajin mengikuti pendidikan dan pelatihan dibidang perbankan, untuk meningkatkan kemampuannya sebagai karyawan bank.

Seperti pelatihan “Pengembangan Hubungan Bank dengan Kelompok” (PHBK) yang diselenggarakan di GTZ Bandung pada tahun 1995,  pelatihan “Strategi Penagihan Tunggakan Kredit”  yang diselenggarakan oleh Jakarta Financial Institute (JFI) di kota kembang Bandung pada tanggal 03 Mei 2007,  pendidikan dan pelatihan “Analisis Kredit Tingkat Dasar” angkatan I yang diselenggarakan oleh pusat Training Perbankan Yogyakarta di Yogyakarta pada tanggagl 10 Januari 2009,  pendidikan dan pelatihan “Taktik dan Strategi Penyelesaian Kredit Bermasalah/Macet” angkatan XIVI diselenggarakan oleh Pusat Training Perbankan Yogyakarta  di Yogyakarta pada tanggal 11 januari 2009, dan sejumlah pelatihan lainnya. serta pndidikan dan pelatihan “Taktik Strategi Pemasaran Produk dan Jasa Bank” angkatan LI diselenggarakan oleh Pusat Training Perbankan Yogyakarta di Yogyakarta tanggal 10s/d 13 April 2009.
Dan yang terakhir mengikuti “Sertifikasi Direktur” dalam rangka “Uji Kompetensi” CERTIF 4649 yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi pada bulan Desember tahun 2008 yang lalu.  Jadi wajar apabila saat ini Yayat Hidayat, SE  mendapat kepercayaan sebagai Direktur

Kantor Badan Penanggulangan Bencana Kuningan



Urusan Penangulangan Bencana, kini semakin mendapatkan perhatian pemerintah. Untuk mengurus masalah Bencana yang seringkali terjadi, Pemerintah daerah Kabupaten Kuningan telah membentuk Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan.

Kantor baru  tersebut, untuk sementara bertempat di lingkungan perkantoran Pemda, dilantai dua, berdekatan dengan Bagian Ekonomi. Disebuah ruangan kecil berukuran panjang 9 meter dengan lebar 6 meter.

Kantor BPBD ini dibentuk beradasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan No 6 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana dan Peraturan Daerah No 7 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi Dan Tata Erja BPBD Kabupaten Kuningan , serta Peraturan Bupati Kuningan No 23 tahun 2011 tentang Tupoksi dan Uraian Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan.

Sebagai tindak lanjutnya, bulan Agustus 2011, Bupati Kuningan melantik sebanyak 10 pejabat struktural yang  akan mengelolanya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan, Sri Ucu Sukmawati, SE.M.Ak  ketika ditemui penulis diruang kerjanya menjelaskan, pada tahun 2012 ini, BPBD memiliki banyak program terutama dalam pencegahan bencana . Beberapa program tersebut diantaranya Pengembangan Iptek Keren-canaan/Pemasukan Kurikulum di tingkat SD dan SMP,  Rencana Aksi Daerah Pengurangan Resiko Bencana (RADPRB) baik untuk Kabupaten Kuningan atau lintas batas Kuningan Summit. Kemudian Penetapan  rancang bangun yang tepat di Kabupaten Kuningan., jelasnya.
Ketika ditanya mengenai jumlah tenaga pelaksana yang masih terbatas, Sekretaris BPBD mengatakan, BPBD Kuningan memang ramping struktur tapi kaya fungsi. BPBD memiliki fungsi koordinasi komando dan penyelenggaraan, sedangkan untuk urusan teknis dilapangan bekerjasama dengan dinas terkait dan stakeholders.

Bupati Aang Resmikan Pasar Pesona Cirea


Pasar ikan ‘Pesona Karya ‘ yang berlokasi di  Desa Cirea ,Kecamatan Mandirancan diresmikan Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, sekaligus penyerahan secara simbolis bantuan kegiatan perikanan berupa kunci bangunan pos, handy talky, induk ikan, kunci motor roda 3, buku rekening serta pakan ikan

Tampak hadir dalam acara tersebut  Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Ir. Hj. Triastami, Wakil Ketua DPRD Drs. Toto Suharto, S. Farm,Apt, Kepala Dinas Bina Marga Drs Ir Rusliadi, M.Si, Perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi T.A Hambali serta undangan.

Kepala Dinas Pertanina Ir. Hj. Triastami mengatakan, jumlah penduduk Kabupaten Kuningan yang saat ini sekitar 1,1 juta orang, berdasarkan data tahun 2011 tingkat konsumsi ikannya  mencapai 22,5 kg/kapita/tahun sehingga dibutuhkan sekitar 23.450 ton ikan dalam 1 tahun. Seementara hasil produksi daerah sendiri tahun 2011 hanya mencapai 11.061 ton, maka akan terdapat peluang pasar sebesar 12.389 ton. Menurutnya, hal ini merupakan peluang besar untuk peningkatan produksi ikan melalui pengembangan potensi budi daya, hasil penangkapan ikan, dan pengolahan ikan untuk pemenuhan konsumsi ikan Kuningan. 

Pemerintah telah melakukan kegiatan melalui sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK), diantaranya pembangunan untuk Unit Pembenihan Rakyat (UPR) sebanyak 3 unit, pengembangan kawasan 6 unit, rehabilitasi pasar ikan 1 unit, pokmaswas 1 unit, pos penyuluhan perikanan 4 unit, bangsal pengolahan 4 unit hasil perikanan 1 unit serta sarana penunjang lainnya.

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda dalam sambutannya mengatakan, pembangunan pasar ikan ini cukup mampu mendukung perekonomian rakyat. Kuningan memiliki potensi alam yang sangat mendukung untuk menghasilkan ikan, terutama diwilayah III Kuningan bisa menjadi pemasok utama ikan. Selanjutnya Bupati berpesan agar pembinaan hasil perikanan harus dikembangkan dengan sasaran terciptanya sistem dan mekanisme pemasaran yang rasional, didukung dengan jaringan dan system informasi harga yang memadai.

Mulai Tahun 2012, Tender Proyek Melalui LPSE



Pengadaan barang dan jasa pemerintah  yang efisien dan efektif merupakan salah satu bagian yang penting dalam perbaikan, pengelolaan keuangan Negara, salah satu perwujudannya adalah dengan pelaksanaan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah secara elektronik (ELECTRONIC GOVEMMENT PROCUREMENT) atau LPSE yaitu dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi. Proses pengandaan barang dan jasa pemerintah secara  elektronik ini akan lebih meningkatkan dan menjamin terjadinya efisiensi efektifitas, transparansi dan akuntabilitasi dalam pembelanjaan uang negara selain itu proses pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik ini juga dapat lebih menjamin tersedianya informasi kesempatan usaha, serta mendorong terjadinya persaingan yang sehat dan terwujudnya keadilan (NON DISCRIMINATIVE) bagi seluruh pelaku usaha yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah di Indonesia.

Kepala Dinas  Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kuninga, SURAJA, SE. M.Si, pada kesempatan bincang-bincang dengan penulis Mansluck (27/12) 2011 Selasa di ruang kerjanya mengatakan, “ LPSE ini hanya merupakan kepanjangan tangan dari ULP. Dan LPSE bukanlah lembaga yang super body, sama sekali bukan, karena LPSE ini tugasnya hanya menyediakan system untuk kepentingan pengadaan barang dan jasa. Dan memang salah satu kendala yang kita hadapi ini para pengusaha atau rekanan masih ada diantaranya yang belum faham (memahami) terhadap penggunaan system. Ada yang belum pernah menggunakan computer apalagi dengan media internet. “ Nah inilah salah satu kendalanya begitu ‘, ujar Suraja.

Memang dalam pengadaan barang dan jasa melalui LPSE ini adalah salah satu peraturan Presiden No. 54 tahun 2009 (kalau tidak salah) dan dimana dalam pengadaan barang dan jasa di setiap Kabupaten/Kota ini harus dilaksanakan secara transparan kompetensi termasuk  juga bersaing secara sehat, dan disinilah dibutuhkan kepanitiaan yang jujur  tidak memihak  dan terbuka. Artinya, jelas Kadis Kominfo, dengan melalui system ini Insya Allah  tuduhan-tuduhan selama ini katakanlah...Pengadaan barang dan jasa atau tidak fear atau sarat dengan KKN atau sarat dengan manipulasi Insya Allah dengan melalui system ini semua tuduhan-tuduhan seperti itu  akan sangat sulit dilakukan.”

“ Ini sebetulnya tujuan dari pemerintah menyelenggarakan pengadaan barang dan jasa melalui Sistem Elektronik. Dan kalau memang perusahaan yang bersangkutan itu sudah melakukan registrasi ke LPSE ya tentunya bisa bisa saja sambil santai mengoprasikanj computer  dan internet bisa sambil duduk-duduk sambil minum kopi, artinya si pengusaha dapat melakukan penawaran dimana saja di dalam mobil/kendaraan pun bisa kalau memang computer yang bersangkuatan dapat mengakses internet. Itu  tentunya akan memberikan kemudahan dn peluang tidak akan tertinggal informasi pengadaan barang dan jasa disetiap Kabupaten dan Kota. Dengan catatan bahwa para pengusaha/rekanan ini sudah melakukan registrasi di LPSE di Kabupaten Kuningan “, jelas  H. Suraja, SE.M.Si Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi  Kabupaten Kuningan.

“ LPSE Kabupaten Kuningan  kini sudah terpisah dari LPSE Provinsi Jawa Barat. Mulai tahun 2012 ini LPSE Kabupaten Kuningan terpisah dan kita sudah menyiapkan perangkat keras  dan perangkat lunak itulah kesiapan LPSE di Kabupaten Kuningan Jawa Barat “, ujarnya lebih lanjut.
Apakah masih ada yang system pelelangan manual seperti Juksung (Penunjukan Langsung) di tahun 2012 ini walaupun sudah diberlakukan system “layanan pengadaan secara Elektronik” LPSE di Kabupaten Kuningan. Kadis Kominfo Kabupaten Kuningan menjelaskan, “ Pengadaan barang dan jasa yang boleh dilakukan dengan penunjukan langsung (Juksung) atau pemilihan langsung (Pilsung) pengadaan langsung dan pelelangan umum itu dilihat daripada nilai proyek. Aturannya sudah ada dalam Perpres  No. 54 , disana sudah digariskan ada beberapa nilai yang boleh Pilsung dan Juksung dan pelelangan umum yang dulu pelelangannya terbatas kita sudah punya acuannya. Kalau tidak salah yang dibawah seratus juta ini harus melalui pemilihan langsung dan harus diikuti minimal (tiga) pemborong atau rekanan kalau selanjutnya akan ada lima ratus juta rupiah bahkan ada yang satu milyar itu sudah diatur dalam Perpres. Ya sebetulnya pelelangan umum dianjurkans  semuanya melalui LPSE kecuali kalau penunjukan langsung yang dibawah 100 juta ini tidak melalui LPSE “, jelas Kadis Kominfo H. Suraja, SE.M.Si.

“ Karena ini sudah merupakan amanat Presiden dan juga Undang-Undang tentunya selaku aparat, kita harus optimis dan yang paling penting tugas yang berkaitan dengan Dinas Komunikasi dan Informasi adalah menyiapkan perangkat itu. Dan untuk kesiapan perangkat Insya Allah  tahun 2012 kita sudah siap baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Adapun katakanlah nanti akan dijamin seluruhnyan masuk ke LPSE atau tidak,  saya kira nanti ada kebijakan - kebijakan lain yang ditentukan oleh pimpinan.”,  tukas H. Suraja, SE.M.Si.

Secara terpisah penulis juga berkesempatan sejenak berbincang bincang dengan Kepala UPTD LPSE Kabupaten Kuningan, Roro Ening Hartini,ST yang tengah sibuk di meja kerjanya pada Kantor Dinas Kominfo  “  Sebetulnya di Kabupaten Kuningan sudah banyak rekanan dari perusahaan  yang  sudah mendaftarkan diri di LPSE Provinsi Jawa Barat, jumlahnya sekitar 200 perusahaan.  Jadi sebelumnya, merekapun sudah mengikuti pelatihan-pelatihan di sana, jadi kita tinggal memantapkan saja soalnya kita merasa sangat optimis. Sedangkan yang sudah mendaftar di LPSE Kabupaten Kuningan baru kurang lebih 50 perusahaan . kepala UPTD LPSE Kuningan.

“Kalaupun ada yang lupa lagi karena tidak pernah dipraktekkan, kami di LPSE Kabupaten Kuningan akan senantiasa membantu karena mereka itu kalau ada perusahaan yang cukup di rumah saja kalau mereka punya perangkat lengkap seperti  computer  dan internet. Mereka tinggal meng- upload dan download pelelangan di rumah, yang penting mereka punya internet. Dan kalau tidak kan kita sudah disediakan di kantor jadi kita enggak usah sibuk kesana kesini tinggal menyiapkan dokumen saja kemudian di upload dan download. Perusahaan-perusahaan kita juga sudah banyak

Dengan system LPSE ini, para rekanan bisa mengikuti pelelangan proyek di daerah mana saja, seperti Indramayu, Ciamis , Tasik dan daerah lainnya se- Indonesia., tidak hanya berpikir menngikuti pelelangan proyek di Kuningan saja. Dalam LPSE tercatat kegiatan – kegiatan pelelangan secara lengkap, diakses secara nasional. “ Sistem ini tidak bisa dipermainkan , tapi kalau ada itu bukan LPSE namun oknum. LPSE tidak ikut campur dalam lelangnya, kita hanya memberikan fasilitas saja tidak menangani langsung lelang, “ jelas Kepala UPTD LPSE Kab. Kuningan.